Administrasi Publik
Sistem
Informasi Manajemen
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Di era yang dinamis dan modern ini
sistem informasi merupakan salah satu hal vital dalam membatu perkembangan
suatu organisasi. Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah sistem informasi
berbasis komputer yang digunakan oleh suatu organisasi atau perusahaan untuk
memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan guna membantu manajer maupun
non-manajer dalam pembuatan keputusan untuk organisasi tersebut.
Salah satu komponen utama Sistem
informasi dapat berjalan dengan baik adalah perangkat komputer, namun di sisi
lain koponen utama yang juga menjadi penunjang sitem informasi yang baik adalah
sumber daya manusia yang mempergunakan sistem informasi tersebut yaitu manajer.
Untuk itu seorang manajer harus memilki keterampilan dan kemampuan penguasaan
Sistem informasi dengan baik guna dapat membatunya dalam mengambil keputusan
dengan cepat dan tepat.
2.2 Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM)?
2.
Apa saja jenis-jenis informasi yang dibutuhkan oleh manajemen?
3.
Apa kriteria atau persyaratan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen?
4.
Bagaimana penerapan sistem informasi manajemen pada sistem informasi
akademik universitas jember?
5.
Apa itu database atau basis data?
BAB
2
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
1. Pengertian
sistem informasi
Sistem,
menurut sejarahnya berasal dari bahasa Yunani yaitu “sistema” yang berarti
kesatuan,yakni keseluruhan dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan satu
dengan yang lainnya. Kata “sistema” tersebut pada akhirnya dikembangkan menjadi
berbagai macam definisi yang bervariasi sesuai dengan bidang ilmu atau bidang
kajian masing-masing, namun pada intinya masih tetap sama yaitu kumpulan dari
sub-sub sistem yang saling berhubungan dan bekerja sama.
Beberapa
pengertian atau definisi mengenai sistem yang diberikan oleh para ahli sebagai
bahan perbandingan antara lain sebagai berikut:
a. Sistem
menurut O’Brien dan Marakas adalah satu kesatuan komponen yang saling terhubung
dengan batasan yang jelas bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat
tujuan.
b. Pengertian
sistem menurut Kadir sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau
terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan.
c. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa sistem mempunyai dua pengertian;
(a) Seper-angkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk
suatu totalitas; dan (b) Susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dan
sebagainya.
Dari
definisi-definisi di atas, terlihat bahwa masing-masing menekankan bahwa sistem
memakai pendekatan pada elemen atau komponen. Artinya, bahwa sistem haruslah
terdiri atas berbagai komponen/elemen yang saling berhubungan sehingga
membentuk satu kesatuan yang utuh.
2.
Pengertian
informasi
Pengertian informasi
menurut beberapa ahli diantaranya:
a. Azhar Susanto, informasi adalah hasil
pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat.
b. Gordon B. Davis dan Margrethe H.Olson
menjelaskan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk
yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini
atau mendatang.
Dapat disimpulkan bahwa
informasi adalah data-data yang diolah sehingga memiliki nilai tambah dan
bermanfaat bagi pengguna. Data adalah representasi dari fakta atau gambaran
mengenai suatu objek atau kejadian.
Informasi merupakan
sebuah komponen yang pokok dan sangat penting di dalam sebuah organisasi karena
sebuah organisasi bisa menjadi maju jika mendapatkan informasi yang akurat
bahkan sebaliknya organisasi bisa berantakan jika mendapat informasi yang
kurang berkualitas, maka dari itu perlu dikelola dengan benar sebuah informasi
untuk kejamuan organisasi. Adapun informasi yang berkualitas menurut Raymond
Mc. Load harus akurasi (sesuai dengan prosedur), relevansi, ketepatan wkatu,
dan kelengkapan.
3.
Definisi
sistem informasi manajemen
Sistem informasi
merupakan penggabungan dari sistem dan informasi, sistem informasi adalah
kumpulan dari sub-sub sistem yang slaing terintegrasi dan berkolaborasi untuk
menyelesaikan masalah tertentu dengan cara mengolah data dengan alat yang
namanya computer sehingga memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi penggunan.
Jika dikaitkan dengan
manajemen, Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah kumpulan dari sub-sub sistem
yang saling terintegrasi dan berkolaborasi untuk membantu manajemen dalam
menyelesaikan masalah dan memberikan informasi yang berkualitas kepada
manajemen dengan cara mengolah data dengan computer sehingga bernilai tambah
atau bermanfaat bagi pengguna.
Dalam hal ini, untuk
memahami SIM adalah informasi, teknologi informasi dan manusia. Informasi
merupakan data-data yang diolah dan sudah memiliki nilai tambah bagi pengguna,
teknologi informasi merupakan computer (hardware dan software) dan
komunikasinya sedangkan manusia merupakan orang-orang yang mengelola dan
menggunakan informasi dan teknologi informasi tersebut.
B.
Jenis-Jenis
Informasi Yang Dibutuhkan Oleh Manajemen
1.
Sistem Informasi Menurut Level Organisasi
Berdasarkan
level organisasi, sistem informasi dikelompokkan menjadi 3, yaitu:
a.
Sistem informasi departemen, sistem informasi yang hanya digunakan dalam sebuah
departemen. Contoh : Sistem Informasi SDM (HRIS).
b.
Sistem informasi perusahaan, sistem terpadu yang dapat digunakan oleh sejumlah
departemen secara bersama- sama. Contoh : sistem informasi perguruan tinggi.
c.
Sistem informasi antarorganisasi, sistem informasi yang menghubungkan dua
organisasi atau lebih. Contoh : eCommerce
2.
Sistem Informasi Area Fungsional
Sistem
informasi berdasarkan area fungsional ditujukan untuk memberikan informasi bagi
kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan.
C.
Kriteria
Atau Persyaratan Informasi Yang Dibutuhkan Oleh Manajemen
Sistem
informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi
yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu oganisasi untuk
dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan
(Sutabri, 2005: 42).Sistem informasi umumnya menyediakan tiga jenis informasi,
yaitu:
1. Informasi pengumpulan data (Score-keeping
information) adalah informasi berupa akumulasi atau pengumpulan data untuk
menjawab pertanyaan, berguna bagi manajer tingkat bawah untuk mengevaluasi
kinerja para personilnya.
2. Informasi pengarahan perhatian
(Attention-directing information) adalah informasi yang membantu manajemen
memusatkan perhatian pada masalah-masalah menyimpang yang terjadi di dalam
perusahaan, berguna bagi manajemen tingkat menengah untuk melihat
penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di dalam perusahaan.
3. Informasi pemecahan masalah (Problem-solving
information) adalah informasi yang berguna bagi manajer tingkat atas untuk
mengambil keputusan dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh
perusahaan. Informasi ini biasanya dihubungkan dengan pengambilan keputusan
yang tidak berulang dan situasi yang membutuhkan analisis manajemen tingkat
atas.
Untuk
mendukung pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh setiap tingkat
manajemen, dibutuhkan informasi yang tepat dan sesuai. Untuk setiap tingkat
manajemen dengan kegiatan yang berbeda-beda, dibutuhkan informasi yang
berbeda-beda pula. Karakteristik informasi ini antara lain:
1. Kepadatan Informasi
Untuk
manajemen tingkat bawah, kepadatan informasi yang diperlukan adalah yang
terperinci dan kurang padat karena digunakan untuk pengendalian operasi,
sedangkan untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, kepadatan informasi
yang diperlukan adalah yang lebih tersaring, ringkas, dan padat.
2. Luas Informasi
Untuk
manajemen tingkat bawah, luas informasi yang diperlukan adalah yang terfokus
pada suatu masalah tertentu karena digunakan untuk tugas yang lebih khusus,
sedangkan untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, luas informasi yang
diperlukan adalah yang lebih luas cakupannya karena digunakan untuk tugas yang
lebih umum.
3. Frekuensi Informasi
Untuk
manajemen tingkat bawah, frekuensi informasi yang diperlukan adalah rutin
karena digunakan untuk tugas yang polanya terstruktur dan berulang-ulang dari
waktu ke waktu, sedangkan untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya,
frekuensi informasi yang diperlukan adalah tidak rutin atau mendadak (ad hoc)
karena digunakan untuk tugas yang polanya lebih tidak terstruktur dan waktunya
tidak tentu.
4. Waktu Informasi
Untuk
manajemen tingkat bawah, informasi yang dibutuhkan adalah yang bersifat
historis karena digunakan untuk pengendalian operasi dan pemeriksaan
tugas-tugas rutin yang sudah terjadi, sedangkan untuk manajemen tingkat tinggi,
informasi yang dibutuhkan adalah yang lebih bersifat masa depan, seperti
prediksi karena digunakan untuk pengambilan keputusan strategik yang menyangkut
nilai masa depan.
5. Akses Informasi
Untuk
manajemen tingkat bawah, informasi yang dibutuhkan adalah yang berulang setiap
periode sehingga dapat disediakan oleh bagian sistem informasi dalam bentuk
laporan periodik dan dapat diakses secara offline, sedangkan untuk manajemen
yang lebih tinggi tingkatannya, informasi yang dibutuhkan tidak memiliki
periode tetap sehingga diperlukan akses secara online untuk mengambil informasi
kapanpun dibutuhkan.
6. Sumber Informasi
Untuk
manajemen tingkat bawah, sumber informasi yang diperlukan adalah bagian
internal perusahaan karena digunakan untuk tugas yang lebih berfokus pada
pengendalian internal perusahaan, sedangkan untuk manajemen yang lebih tinggi
tingkatannya, sumber informasi yang diperlukan adalah bagian eksternal
perusahaan karena digunakan untuk tugas yang lebih berorientasi pada
perencanaan strategik yang berhubungan dengan eksternal perusahaan.
Menurut
Subari (2004: 24), Syarat informasi dalam manajemen diklasifikasikan sebagai
berikut:
1.
Informasi yang tepat waktu
Berarti
informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Karena informasi
merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Apabila pengambilan
keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal bagi organisasi.
2.
Informasi yang relevan
Berarti
informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi
untuk tiap-tiap orang berbeda-beda Dalam menunjang proses manajemen suatu
organisasi membutuhkan informasi yang relevan permasalahan, misi dan tujuan
organisasi
3.
Informasi yang bernilai
Selain
relevan, suatu informasi harus bernilai/bermanfaat bagi organisasi. Karena itu
informasi harus dapat tersaji sesuai dengan bentuk yang diinginkan dan dapat
diambil manfaatnya oleh organisasi yang bersangkutan.
4.
Informasi yang dapat dipercaya
Informasi
yang disajikan pada manajer hendaknya diperoleh dari sumber-sumber yang dapat
diandalkan kebenarannya serta dapat dijamin tingkat kepercayaannya oleh
pengolah data atau pemberi informasi.
D.
Studi
Kasus Penerapan Sistem Informasi Manajemen pada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
Pemkab
Banyuwangi merupakan salah satu daerah di Indonesia yang telah mengaplikasikan
system informasi manajemen atau bisa disebut “e-government” dalam perspektif
pemerintahan. Pihak Pemkab setempat mulai gencar-gencarnya menerapkan e-gov
sejak dipimpin oleh Bupati Azwar Anas. Dalam penerapan e-gov, Pemkab Banyuwangi
menerapkan program Banyuwangi Digital Society (DiSo). Program ini buah dari
kerjasama Pemkab Banyuwangi yang
dirancang bersama PT Telkom setempat. Dengan dibuatnya Banyuwangi DiSo ini
setidaknya ada dua pilar yang ingin dicapai, yaitu (1) pengelolaan sistem
informasi manajemen, termasuk di dalamnya pengolahan data kepemerintahan dan
(2) peningkatan pelayanan publik dengan menggunakan instrumen Tekhnologi
Informasi Komunikasi. Disamping itu, implikasi lain adanya Banyuwangi Diso
adalah hampir tiap kampung di Banyuwangi telah terjangkau Wifi, saat ini telah
terpasang 1.100 titik WiFi di Banyuwangi dari target 10.000 titik hingga tahun
2014. Bupati sendiri menginginkan dengan adanya program ini warga Banyuwangi
dapat melek IT dan diharapkan IT dapat menjadi alat pemercepat pertumbuhan dan
pemerataan ekonomi.
Pada
dasarnya semua database e-gov Banyuwangi termuat dalam website resmi mereka,
yaitu http://Banyuwangikab.go.id. Dalam website tersebut ada laman yang khusus
menyediakan layanan e-gov. Layanan tersebut menyediakan konten-konten yang
terkait dengan sistem informasi manajemen Pemkab Banyuwangi diantaranya yaitu;
1.
SIKD Banyuwangi; SIKD adalah singkatan dari Sistem Informasi Keuangan Daerah.
Jika kita mengklik link http://sikd.banyuwangi.go.idkita akan ditunjukan
berbagai laporan keuangan daerah mulai dari tahun 2011 sampai tahun 2016. Di
situ juga disediakan link bagi publik untuk mengunduh dokumen-dokumen laporan
keuangan Pemkab Banyuwangi. Dengan adanya laman ini, komitmen Pemkab Banyuwangi
menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel tidak perlu diragukan
dan patut diberi apresiasi, pasalnya tak semua daerah di Indonesia mau menampilkan
laporan keungannya ke publik. Disamping itu, berkat adanya laman ini, Pemkab
Banyuwangi mendorong transparansi APBD di mana BPK bisa melakukan audit
keuangan daerah secara real time. Akses APBD juga dibuka ke publik, sehingga
terjadi kontrol yang efektif. Karena itu pula, laporan keuangan Banyuwangi
mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) murni dari BPK.
2.
SIMBPPT Banyuwangi. Sistem Informasi Manajemen Badan Pelayanan Perizinan
Terpadu (SIMBPPT) dengan link http://.bppt.banyuwangikab.go.idmerupakan laman
yang berisikan informasi-informasi tentang
bentuk perizinan apa saja yang ada di Banyuwangi. Laman ini juga
berisikan informasi prosedur atau syarat-syarat apa saja yang harus dilengkapi
oleh publik yang ingin mengurus perizinan. Laman ini juga memuat formulir
online untuk diunduh kemudian di isi oleh publik yang ingin mengurus perizinan.
Dengan adanya laman ini publik tidak perlu mendatangi kantor BPPT untuk meminta
formulir perizinan. Cukup unduh secara online, kemudian isi beserta lengkapi
persyaratannya, ketika semua dirasa lengkap langsung saja formulir tersebut
diserahkan ke kantor BPPT Banyuwangi. Tak ketinggalan laman ini berisikan
berapa lama jangka waktu yang dibutuhkan untuk keluarnya surat izin. Dengan
adaanya SIMBPPT ini pada tahun 2013 Pemkab Banyuwangi memperoleh penghargaan
dari United States Agency for International Development (USAID) sebagai
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan nilai tertinggi.
3.
E-village Budgeting Banyuwangi. Program ini baru saja diluncurkan belum genap
setengah tahun. Pemkab meluncurkan laman ini sebagai respon terhadap adanya UU
Desa. Konten ini dapat diakses di link http://evb.banyuwangikab.go.id/. Tujuan
laman ini dibuat adalah hampir sama dengan SIKD yakni untuk transparansi anggaran
desa dan sebagai media publik untuk mengawasi anggaraan di desa.Pada laman
tersebut sampai saat ini masih dalam tahap perkembangan, pasalnya tak semua
desa di Banyuwangi yang menguplod data anggarannya ke laman tersebut.
4.
Pengaduan Kab. Banyuwangi. Ini adalah laman yang disediakan Pemkab sebagai
mekanisme voices bagi publik yang ingin menyampaikan aspirasinya baik berupa
kritik maupun saran terkait dengan pelayanan publik di Banyuwangi. Dalam laman
yang beralamatkan http://pengaduan.banyuwangikab.go.id/ ini, publik cukup
mengetik nama dan alamat kemudian isi keluhannya, tak sampai satu jam admin
dari laman tersebut akan meresponnya dengan jawaban dari keluhan publik
tersebut. Untuk mendukung program ini, Pemkab Banyuwangi juga membuat akun
twiiter resmi dengan id @BanyuwangiKab sebagai media pengaduan. Ada pula sms
center untuk pengaduan di nomor 082131545555, nomor tersebut dipegang Bupati
Azwar Anas, sehingga memungkinkan untuk Bupati memonitoring pelayanan yang
bermasalah. Dengan adanya mekanisme voices seperti ini pelayanan Pemkab
Banyuwangi sangat borientasi publik, publik diajak berpartisipasi aktif untuk
mewujudkan pelayanan prima.
5.
SISKUM Kabupaten Banyuwangi. Laman yang beralamatkan
http://kabbanyuwangi.jdih.jatimprov.go.id/ ini menyediakan informasi
peraturan-peraturan daerah Kabupaten Banyuwangi, baik dari Perda, Perbup, Keputusan Bupati,
Instruksi Bupati sampai Peraturan Pusat. Melalui laman ini diharapkan publik
mengetahui peraturan-peraturan yang berlaku di Banyuwangi. Di laman ini pula
publik bisa mendownload peraturan-peraturan tersebut. Melalui laman tersebut
pula publik juga dapat me-request peraturan-peraturan lama ataupun petunjuk
pelaksanaaan maupun petunjuk teknis yang dirasa belum di posting di laman
tersebut.
6.
E-Kinerja Kabupaten Banyuwangi.
Laman yang beralamatkan
http://kinerja.banyuwangikab.go.id/ ini khusus dibuat untuk menganalisis serta
memberikan informasi kepada publik tentang kinerja para aparatur sipil Kab.
Banyuwangi. Dalam laman ini ditunjukan secara jelas sejauh mana performa
aparatur sipil setempat melaksanakan program kerja di institusinya. Lebih
lanjut Bupati Azwar Anas menuturkan bahwa; maksud penyusunan laporan kinerja
Pemkab Banyuwangi di laman resminya adalah untuk memberikan informasi kinerja
yang terukur kepada pemberi mandat (masyarakat) atas kinerja yang telah dan
seharusnya dicapai selama satu tahun anggaran. Sebagai sarana dalam
menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada seluruh stakeholders atas
pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan pengelolaan sumber daya yang telah
dipercayakan kepada PemerintahKabupaten Banyuwangi;Sebagai bahan evaluasi
kinerja Pemkab Banyuwangi untuk perbaikan secara berkesinambungan sebagai
ikhtiar meningkatkan kinerjapada tahun-tahun berikutnya.
Paparan
diatas cukup menggambarkan bagaimana penerapan e-gov di dalam Sistem Informasi
Manajemen Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi. Melihat berbagai kontent yang
tersedia di website resmi Kabupaten Banyuwangi yang sengaja didesain untuk
mewujudkan nilai transparansi, akuntablitias, responsifitas serta berorientasi
ke publik, dapat disimpulkan bahwa Pemkab Banyuwangi mempunyai komitmen dan
serius mengembangkan sistem informasi manajemen atau e-gov sebagai media untuk
menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance).
E.
Data
Base atau Basis Data
1.
Pengertian Data Base atau Basis Data
Basis data adalah kumpulan
tabel-tabel yang mempunyai kaitan antara satu tabel dengan tabel lainnya
sehingga membentuk suatu bangunan data untuk menginformasikan suatu perusahaan
atau instansi dalam batasan tertentu.
Menurut “Stephens dan Plew (2000),
adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data. Informasi
adalah sesuatu yang kita gunakan sehari-hari untuk berbagai alasan. Dengan basisdata,
pengguna dapat menyimpan data secara terorganisasi. Setelah data disimpan,
informasi harus mudah diambil. Kriteria dapat digunakan untuk mengambil
informasi. Cara data disimpan dalam basisdata menentukan seberapa mudah mencari
informasi berdasarkan banyak kriteria. Data pun harus mudah ditambahkan kedalam
basisdata, dimodifikasi, dan dihapus”.
Menurut “Siberschatz, dkk.; (2002)
mendefinisikan basisdata sebagai kumpulan data berisi informasi yang sesuai
untuk sebuah perusahaan. System manajemen basisdata (DBMS) adalah kumpulan data
yang saling berhubungan dan kumpulan program untuk mengakses data. Tujuan utama
system manajemen basisdata adalah menyediakan cara menyimpan dan mengambil
informasi basisdata secara mudah dan efisien”.
Menurut “Ramakrishnan dan Gehrke
(2003) basisdata sebagai kumpulan data, umumnya mendeskripsikan aktivitas satu
organisasi atau lebih yang berhubungan”.
2.
Istilah-istilah yang berhubungan dengan Basis data
Beberapa
hal yang termaksud unsur-unsur dari basis data adalah sebagai berikut:
a.
Entititas (Tabel)
Entititas
adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Pada
bidang kesehatan Entity adalah Pasien, Dokter, Kamar.
b.
Atribut (Field/kolom)
Setiap
entitas mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entitas. Seorang
siswa dapat dilihat dari atributnya misalnya, NIM, Nama_siswa, Alamat.
c.
Record (Baris)
Record
adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan
menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Contoh Kumpulan atribut
NIP, Nama, dan alamat berisikan “01001245566”, Sanusi, Jl. Hati suci No 2
Kupang.
d.
Data Value
Merupakan
data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut disebut
nilai data.
e.
Kunci Elemen Data (Key Data Element)
Tanda
pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan
entitas. Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama,
alamat, tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.
3.
Komponen-komponen Sistem Basis Data
Dalam
Sistem Basis data memiliki beberapa komponen yaitu:
a.
Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat
keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah memori sekunder
hardisk.
b.
Sistem Operasi (Operating System)
Sistem
Operasi (Operating System) merupakan program yang mengaktifkan atau
mengfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dan
melakukan operasi-operasi dalam komputer. Sistem Operasi yang banyak digunakan
seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix.
c.
Basis data (Database)
Sebuah
basis data (Database) dapat memiliki beberapa tabel yang memiliki relasi satu
dengan yang lainnya. Setiap tabel memiliki atribut
d.
Sistem Pengelolaan Basis Data (Data Base Management System)
Pengolahan
basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi
ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang disebut DBMS yang menentukan
bagaimana data disimpan, diubah dan diambil kembali.
e.
Pemakai (User)
Bagi
pemakai dapat berinteraksi dengan basis data dan memanipulasi data dalam
program yang ditulis dalam bahasa pemrograman.
4.
Tujuan dan Manfaat Basis Data
Tujuan
utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat
memperoleh data yang kita cari dengan mudah dan cepat (Fathansyah,1999).
Pemanfaatan basis data dilakukan dengan tujuan yaitu:
a.
Kecepatan dan kemudahan (Speed)
Pemanfaatan
Database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan
( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah,
dari pada kita menyimpan data secara manual.
b.
Efisien ruang penyimpanan (Space)
Dengan
Database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita dapat
melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah
pengkodean .
c.
Keakuratan (Acuracy)
Pemanfatan
pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan atau
batasan tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk menentukan
ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.
d.
Keamanan (Security)
Dalam
sejumlah sistem ( apilkasi ) pengelolah database tidak menerapkan aspek
keamanan dalam penggunaan database. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius,
aspek keamanan juga dapat diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa
yang boleh menggunakan database dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja
yang boleh dilakukan.
e.
Terpeliharanya keselarasan data (Consitant)
Apabila
ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan
itu berlaku untuk keseluruhan
f.
Data dapat dipakai secara bersama (shared)
Data
dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch
maupun on-line) pada saat bersamaan.
g.
Dapat diterapkan standarisasi (standardization)
Dengan
adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data
yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.
5.
Contoh penggunaan Aplikasi basis data dalam suatu organisasi
Bank
: Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan
Bandara
: Pengelolaan data reservasi, penjadualan
Universitas
: Pengelolaan pendaftaran, alumni
Pabrik
: Pengelolaan data produksi, persediaan barang, pemesanan, agen
Kepegawaian:
Pengelolaan data karyawan, gaji, pajak
Telekomunikasi
: Pengelolaan data tagihan, jumlah pulsa
BAB 3
PENUTUP
III.
1. Kesimpulan
Dalam
setiap pengelolaan baik sumberdaya manusia maupun alam pasti dibutuhkan adanya
system informasi guna memudahkan kerja maupun koordinasi dengan setiap lini.
Adanya SIM (Sistem Informasi Manajemen) sangatlah membantu jalannya proses
birokrasi maupun pelayanan terhadap masyarakat serta menumbuhkan akuntabilitas
antara pemerintah dengan masyarakat sehingga masyarakat mampu mengetahui dan
mengakses dengan mudah apa saja kebijakan atau system keuangan didaerah
tersebut. Begitu pula yang terjadi pada Kabupaten Banyuwangi yang sangatlah
membantu dalam pelayanan publik tetapi juga pemerintah mampu memberi yang
terbaik kepada rakyat dengan prinsip akuntabilitas serta inovatif sehingga
terciptanya birokrasi yang efektif dan effisien. Bukan hanya pemerintah saja
yang di mudahkan tetapi juga masyarakatnya juga bisa memberi saran atau masukan
informasi yang sekiranya bisa membantu pemerintah dalam menciptakan
pemerintahan yang lebih baik dan menjadikan masyarakatnya menjadi sejahtera dan
yang paing terpenting ialah terciptanya
suatu kepercayaan masyarakat kepada pemerintah karena asas demokrasi adalah
dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Serta membantu hubungan antara
pemerintah kabupaten banyuwangi dengan kabupaten-kabupaten yang ada diseluruh
Republik Indonesia untuk bekerjasama serta adanya akulturasi kebijakan yang
membuat kabupaten tersebut menjadi leih baik. Terlebih Kabupaten Banyuwangi
bisa dibuat Kabupaten percontohan di Indonesia supaya Kabupaten lain meniru
kebijakan atau inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten
Banyuwangi.
DAFTAR PUSTAKA
Tata Subari. 2004. Analisa Sistem
Informasi, Yogyakarta: ANDI Yogyakarta,
Taufiq, Rohmat. 2013. Sistem
Informasi Manajemen (Konsep Dasar, Analisis, dan Metode Pengembangan).
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Anggadini, Sri Dewi. Majalah Ilmiah
UNIKOM (Analisis Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer dalam Proses
Pengambilan Keputusan). Vol. 11 No. 2, hlm.
Komentar
Posting Komentar